Who Moved My Cheese?Mungkin sebagian dari kita pernah membaca buku karangan Spencer Johnson yang sangat populer di kalangan dunia usaha.

Salah satu buku terlaris di dunia dan juga banyak digunakan berbagai kalangan termasuk perusahaan raksasa untuk memotivasi karyawannya. Who moved my cheese? Atau dalam bahasa Indonesianya, siapa yang telah memindahkan keju saya? Adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca.

Buku ini, secara tidak langsung telah mengubah pandangan hidup saya, dari pesimis menjadi optimis dari stagnan berubah haluan menjadi aktif serta inisiatif. Pertengahan dekade 2000 lalu, ketika saya di mutasikan ke suatu tempat yang sama sekali asing dan lokasinya berada di pedalaman. Saya sempat bertanya, kenapa? Kenapa harus saya yang pindah? Dan, kenapa juga wajib saya, bukan orang lain yang lebih pengalaman?

Saya yang sebelumnya berada di kota Bandung nan sejuk dan tempat kerjanya sangat hangat, oleh perusahaan tempat bekerja tiba-tiba dimutasikan ke luar Jawa yang sama sekali asing. Dalam hati kecil sempat terlintas perasaan bahwa ini adalah rencana dari perusahaan untuk “menggeser” saya akibat banyak yang iri dengan keberhasilan selama ini.

Sampai akhirnya, seorang sahabat di kantor yang telah malang melintang di dunia usaha memberikan sebuah buku yang saya anggap saat itu adalah sebuah lelucon.

“Ibu, maaf saya butuh solusi. Bukannya sebuah buku yang sama sekali tidak lucu untuk dibaca di pesawat?” ucap saya saat itu. Namun sahabat saya hanya tersenyum, sembari berkata singkat:

“Bacalah”

“Apa yang harus dibaca dari buku ini? Sampulnya sama sekali tidak menarik, mending kalau buku Prisoners of Our Thought atau How to Have a Beatiful Mind yang terang banyak memberikan motivasi. Nah ini buku ‘cuma’ kisah dua ekor tikus sama kurcaci, memang saya mau mendongeng di pedalaman sana?” balas saya, ketika membolak-balik isi buku dengan cepat tanpa membacanya terlebih dahulu.

Namun, lagi-lagi jawabannya hanya singkat.

“Bacalah. Bacalah apa yang ada dalam buku itu. Enam bulan kemudian setelah pulang, ceritakan kepada saya apa yang Kamu alami setelahnya,” ucap sang Ibu yang merupakan salah satu pimpinan perusahaan yang berhati lembut namun keras dalam bekerja.

Ternyata betul, sejak membaca buku karangan dari Spencer Johnson, membuat saya termenung lama hingga merenungi makna yang terkandung di dalamnya. Buku “Who Moved My Cheese?” bukan hanya buku biasa, meski memakai ilustrasi tikus dan kurcaci sebagai tokoh. Namun intisari yang terdapat di dalam buku itu, memuat banyak perumpamaan hidup manusia agar bisa bangkit dari keterpurukan dan menerima kenyataan yang terjadi seraya menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Dan, setelah enam bulan kemudian, sang Ibu langsung tersenyum penuh arti ketika saya menemuinya untuk presentasi tugas kantor yang berjalan dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here