TimeSeorang sahabat selalu pulang rumah diatas jam delapan malam, bahkan sering lewat tengah malam. Selalu terlihat keletihan, membawa tas berisi kertas pekerjaan yang menumpuk (dan malamnya toh tidak dibaca), selalu murung, dan kalau diajak keluar pasti berkata, “Sebenarnya mau, tetapi tidak ada waktu.”

Saya yakin ada saatnya pekerjaan menumpuk dan menggulat kita sampai harus lembur, tetapi itu seharusnya adalah sesuatu yang tidak terus menerus. Mungkin itu boleh dilakukan beberapa bulan pada masa kritis, tapi kalau telah berlangsung bertahun-tahun, sudah waktunya kita berpikir ulang tentang pola kerja kita.

‘Mengatur waktu’ adalah sebuah hal yang tidak mungkin. Waktu itu paling jujur dan adil untuk semua orang, termasuk pengemis dan presiden punya jatah yang sama, dengan jumlah dan kualitas yang sama. Waktu tidak dapat diatur, ia mengalir dan terus jalan dengan kecepatan yang konstan.

Kita terlalu suka mencari kesalahan ‘diluar kita’, sehingga kita selalu berkata kesulitan ‘mengatur waktu’, terlalu banyak yang harus diselesaikan, dan seterusnya. Kita malu dan tidak mau mengatakan kita tidak mampu ‘mengatur diri’ kita sendiri, supaya optimum dalam pekerjaan agar semua dapat selesai tepat waktu.

Memilah pekerjaan berdasarkan prioritas, pekerjaan yang harus kita selesaikan dan yang tidak perlu kita sentuh. Kapan dan mana didahulukan dan kapan berhenti. Ada orang yang selalu mengerjakan hal-hal yang tidak penting, tetapi selalu menganggap, “itu harus dikerjakan walau hanya sebentar”. Sementara hal-hal yang lebih penting menjadi tertunda.

Cobalah awasi beberapa hari “menit demi menit” pekerjaan anda, catat, dan evaluasi pada hari ke-3, anda akan menemui betapa buruknya ‘pola’ kita dalam bekerja. Kita pikir telah bekerja 80% dari waktu, ternyata mungkin hanya 50% saja yang benar-benar telah kita optimalkan.

Pekerjaan anda yang benar-benar penting dan telah fokus anda lakukan mungkin hanya 20%, sesuai rumus pareto 80/20, sisanya adalah distraksi, dari telpon tidak penting, sampai twitter, facebook, atau membaca koran dan perkerjaan trivial lainnya yang sebenarnya dapat anda hilangkan atau delegasikan.

Analisa dan ambil keputusan perubahan, dan lakukan. Ketika kita mulai mampu ‘mengatur diri’ kita sendiri, maka kita mulai memiliki waktu yang cukup, bahkan lebih.

Sesuaikan apa yang anda lakukan dengan mimpi dan tujuan hidup anda. Segala yang tidak relevan dihilangkan atau dikurangi sebanyak mungkin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.