Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang mencari makna.

Dari kecil, mungkin ada suatu pertanyaan yang terbesit dalam hati kita, “Untuk apa kita dilahirkan di muka bumi ini?” Semenjak saat itu, dimulailah pencarian kita akan makna kehidupan. Sebelum kita menemukan makna hidup, untuk apa kita dilahirkan, kita tidak akan merasa bahagia.

Tentu kita sering mendengar cerita tentang orang yang kaya, hidup berkecukupan, semua yang ia inginkan bisa didapatkan semudah membalikkan telapak tangan, namun ia merasa hidupnya kosong dan tak berarti. Cerita itu nyata.

Seorang pangeran bernama Siddhartha Gautama terlahir sebagai anak raja, hidup bergelimang harta, selalu dimanjakan dan dilayani sejak kecil. Namun, ia terus merasa gelisah, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang petapa demi mencari makna hidupnya. Ia akhirnya menemukan pencerahan dan menjadi Buddha.

Bila kita ingin merasa bahagia, kita pun perlu mencari tahu tujuan mulia hidup kita. Apa pelayanan yang harus kita lakukan? Pada akhirnya kita akan mengetahui, bukan kekayaan yang membuat kita merasa bahagia, melainkan kesadaran atas tujuan hidup kita.

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bisa dicari, melainkan tujuan yang kita tetepkan terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.