Seorang anak mendapat tugas dari sekolahnya untuk melukis tangga. Anak tersebut bekerja keras untuk membuat lukisan tersebut. Ia sangat hati-hati agar kertasnya tetap bersih dan bagus. Namun tanpa sengaja ia menitikkan tinta tepat ditengah gambar.

Waktu sudah larut malam dan tidak mungkin untuk menggambar ulang. Ia pun putus asa dan menangis.

Sang Ayah yang mendengar tangisannya, mendekat dan bertanya dengan lembut, “Ada apa Nak?” Sambil terisak-isak, si anak menceritakan masalahnya.

Mendengar kesusahan ini, sang ayah berkata lagi dengan lembut. “Jangan khawatir, tetesan tintanya seperti bintik di tubuh seekor anjing kecil. Hal yang harus kamu lakukan saat ini adalah menggambar seekor anjing kecil di sekitar titik hitam ini. Sehingga kelihatan anjing itu sedang menunggu di anak tangga.”

“Jangan mudah putus asa, Nak,” kata sang ayah menyemangati. “Seringkali kita hanya membutuhkan sedikit keuletan dan daya imajinasi untuk mengubah keadaan yang buruk menjadi baik. Ingat, hanya sedikit saja hal yang kelihatan tidak ada harapan dan memang nyatanya tidak ada harapan. Namun sebagian besar, walaupun kelihatannya tidak ada harapan, sesungguhnya masih ada harapan dan hanya kreativitas serta rencana yang lebih baik.”

Si anak pun segera menggambar seekor anjing kecil di sekitar titik hitam itu.

Keesokan harinya, gambar anak tersebut terpilih sebagai gambar terbaik di kelas. Lihatlah apa yang dihasilkan oleh imajinasi dan kreativitas. Kata guru itu, “Gambar anjing ini melengkapi lukisan ini, menjadi sangat bagus.”

Bila ada masalah, jangan mudah menyerah tapi mari duduk tenang dan pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan.

“Anyone who has never made a mistake has never tried anything new. Mereka yang tidak pernah berbuat kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru” (Albert Einstein).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.